Tampilkan postingan dengan label esai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label esai. Tampilkan semua postingan

Esai Herbologi

Kamis, 20 Maret 2008

0 komentar

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, seperti apa esai Herbologi yang memenuhi kualifikasi sebagai esai yang baik dan benar itu? Oke, di bawah ini saya post esai Herbologi salah seorang murid Term kemarin yang mendapatkan nilai O untuk esainya *harap dicatat, term kemarin saya hanya membagikan sedikit sekali nilai O untuk esai, karena saking sedikitnya yang mengirimkan esai berkualitas*

----------------------------------------------------------------------------------------------------

EUCALYPTUS
oleh Andrew Shane Mobbrenette
Siswa Tingkat Pertama Sekolah Sihir Hogwarts asrama Hufflepuff

I. Deskripsi
Eucalyptus (Eucalyptus globulus) adalah tanaman sejenis pohon hijau tinggi khas Australia. Tanaman ini memiliki lebih dari tujuh ratus species yang tersebar di daerah-daerah beriklim kering, meskipun sebagian besar tumbuh di Australia, karena tanaman eucalyptus mudah beradaptasi pada kondisi iklim Australia. Sebagian kecil tanaman ini juga dapat ditemukan di Papua Nugini, Indonesia, dan Filipina. Pohon Eucalyptus dapat tumbuh sampai 230 kaki. Daunnya berukuran 4-12 inci berwarna hijau gelap dan agak mengkilat, karena dilapisi oleh sejenis kelenjar minyak. Di akhir musim kering, pohon eucalyptus menggugurkan daunnya.

Pohon eucalyptus juga memiliki bunga dan buah berbentuk kapsul. Bunga eucalyptus berwarna putih, krem, kuning, merah muda, atau bahkan merah, dan tidak memiliki kelopak. Buah eucalyptus yang berbentuk kapsul disebut gumnuts, memiliki bentuk luar seperti kerucut dan inti buahnya mengandung sejenis biji. Daun eucalyptus menghasilkan sejenis minyak yang sangat mudah terbakar. Muggle Australia melaporkan terjadinya kebakaran hutan eucalyptus karena suhu udara yang panas mengakibatkan minyak di daun eucalyptus berekasi dan menimbulkan percikan api. Bahkan, pohon eucalyptus dipercaya dapat meledak dengan sendirinya jika kondisi udara terlalu panas atau bersuhu tinggi.

II. Sejarah Eucalyptus
Dalam perkembangan dunia botani para Muggle, disebutkan bahwa Joseph Banks dan Daniel Solander adalah dua orang yang mempopulerkan eucalyptus secara komersil untuk pertama kali pada tahun 1770. Mereka berdua berasal dari Eropa, dan mengikuti ekspedisi bersama Kapten James Cook (muggle penemu benua Australia). Dalam dunia sihir, eucalyptus telah ditemukan jauh sebelum para muggle mengkomersilkannya.

Eucalyptus dipercaya sudah ada di permukaan bumi sejak 35-50 juta tahun yang lalu, meskipun penyihir-penyihir asli Australia baru memanfaatkan eucalyptus sejak tahun 997 Masehi, saat sebuah wabah flu aneh menyerang sebuah koloni penyihir di daerah Queensland. Seorang ahli herbologi, Wanyard Baughdert, berhasil mengolah Ramuan Anti Flu pertama di Australia dan menyebarkannya ke seluruh Australia Selatan. Pada tahun 1102, alkemis terkenal Australia, Rode Ceern, menyempurnakan Ramuan Anti Flu milik Wanyard. Sejak saat itu, eucalyptus mulai dikenal sebagai tanaman asli Australia. Dan untuk menghormati Wanyard, Ramuan Anti Flu tersebut dinamakan Wanyard Potion dan sangat terkenal selama beberapa generasi, sebelum pamornya memudar setelah ditemukannya Pepperup Potion.

Para Muggle Australia yang hidup pada abad ke 10 mengenal eucalyptus secara turun-temurun. Dahulu kala, penyihir dan muggle Australia hidup berdampingan satu sama lain, meskipun koloni penyihir memutuskan untuk tidak membuka jati diri mereka pada tetangga-tetangga muggle mereka saat itu. Adanya suatu tradisi tukar pikiran membuat penyebaran eucalyptus begitu pesatnya sampai ke Pulau Tasmania, bahkan ke Utara--seperti Indonesia dan Filipina. Beberapa penyihir Indonesia yang singgah dengan sapu mereka di tanah Australia telah mengetahui eucalyptus dari kolega penyihir mereka dan membudidayakannya di tanah asal mereka. Sampai sekarang, dunia muggle mengenal bangsa Aborigin (sebuah suku asli Australia yang terdiri dari muggle-muggle penghuni asli benua ini) adalah penemu pertama eucalyptus.

III. Khasiat dan Kegunaan
Secara tradisional, suku Aborigin (para muggle yang disebut-sebut sebagai penghuni asli benua Australia) memanfaatkan eucalyptus untuk mengobati berbagai macam penyakit. Baughdert, si penemu Wanyard Potion yang legendaris, telah membuktikan satu hal pada kita bahwa salah satu khasiat eucalyptus adalah mengobati flu. Beberapa penyihir di zaman modern ini juga menemukan bahwa eucalyptus dapat menyembuhkan batuk karena minyak eucalyptus membantu menghilangkan dahak dan melegakan tenggorokan. Karena memiliki aroma tajam yang khas, daun eucalyptus dapat digunakan sebagai pertolongan pertama untuk menyadarkan seseorang yang pingsan.

Para muggle Australia telah mengolah eucalyptus menjadi antiseptik, antibakteria, inhaler, salep, bahkan teh herbal, yang memiliki banyak khasiat penyembuhan di bidang medis. Eucalyptus juga digunakan dalam penyembuhan rematik, luka bakar, dan asma, bahkan diabetes. Muggle Australia meneliti bahwa daun eucalyptus mengandung tannin, flavonoid dan minyak folatil yang dipercaya mengandung zat antioksidan yang berguna bagi tubuh manusia.

Di dunia sihir sendiri, eucalyptus memiliki banyak kegunaan dalam dunia medis. Para penyembuh memanfaatkan minyaknya untuk menyembuhkan batuk dan pilek ringan atau flu (seperti yang dilakukan Wanyard Baughdert). Meskipun Pepperup Potion lebih dikenal ampuh untuk mengobati flu, beberapa penyembuh senior dan alkemis menyarankan untuk menambahkan sedikit minyak atau air rebusan eucalyptus pada Pepperup Potion saat masih dalam keadaan terebus. Bahkan Kementerian Sihir Australia mengekspor sedikitnya 100-200 ton daun eucalyptus per tahun ke seluruh dunia, terutama ke rumah-rumah sakit di Eropa dan Amerika.

Eucalyptus memiliki khasiat untuk mempercepat penyembuhan luka-luka ringan dan menghilangkan bekas luka. Salep eucalyptus dipercaya membantu mempercepat proses menghilangkan bercak-cercak hitam kemerahan bekas cacar naga dan mengandung aromaterapi.

IV. Kontra Indikasi
Para ahli herbologi dan ahli ramuan menyarankan untuk tidak terlalu sering mengkonsumsi eucalyptus. Eucalyptus yang berlebihan dapat berubah menjadi toksin dalam tubuh. Eucalyptus yang berlebihan juga dapat mengakibatkan sakit perut akut, juga gangguan ginjal dan hati. Hewan khas Australia, koala, yang makanan khasnya adalah daun eucalyptus, memiliki zat antibodi tersendiri dalam tubuhnya yang dapat mentolerir toksin yang ditimbulkan eucalyptus.

Wanita hamil dan menyusui disarankan untuk tidak mengkonsumsi tanaman ini. Saran ini juga berlaku untuk orang-orang yang memiliki gangguan hati dan dengan tekanan darah tinggi. Secara keseluruhan, eucalyptus aman digunakan untuk pengobatan diluar tubuh. Namun untuk pemakaian dalam tubuh sebaiknya penggunaannya di batasi.

V. Kesimpulan
Tanaman eucalyptus adalah tanaman asli Australia yang memiliki banyak khasiat di bidang medis. Para muggle dan penyihir telah memanfaatkannya sejak beratus-ratus tahun yang lalu untuk membantu penyembuhan flu, batuk, dan pilek, serta menyembuhkan berbagai macam penyakit yang lebih kronis. Minyak yang dihasilkan eucalyptus mudah terbakar dan menimbulkan nyala api kebiru-biruan. Meskipun memiliki banyak khasiat, tanaman berguna ini memiliki kontraindikasi yang cukup berbahaya bagi tubuh. Disarankan untuk tidak terlalu sering mengkonsumsi eucalyptus dalam jumlah banyak karena efeknya yang tidak dapat ditolerir tubuh manusia.

VI. Referensi
Seribu Satu Tanaman dan Jamur Gaib, oleh Phyllida Spore, halaman 109-121
Budidaya Eucalyptus untuk Penyihir : Studi Menyeluruh Mengenai Eucalyptus, oleh Johansen Samuel Redson.
Kehidupan Sosial Muggle Australia, oleh Walferick Baughdert, halaman 45-47
Mengenal Tanaman-Tanaman Herbal di Seluruh Dunia, riset oleh Josh Forest Mobbrenette.

----------------------------------------------------------------------------------------------------

Seperti itulah contoh esai yang mendapatkan nilai O term kemarin. *Yang esainya dipajang, silakan terbang :P* Untuk term ini, siapa kira-kira yang akan dapat gelar "Esai Terbaik"? Let's see later, saya berniat untuk mempost Esai Terbaik dari setiap tingkatan tiap term, hohoho.... *kalo lagi rajin, wekeke*

EDIT TO ADD: Well, lupa saya mencantumkan ini. Harap dimaafkan, sodara sodari. Oke, di atas mungkin adalah esai terbaik term kemarin, tapi bukan berarti tidak ada kesalahan di dalam esai itu. Bisa ditebak apa salahnya?

Yep, right. Tata cara menulis Referensi atau Daftar Pustaka. Ada cara menulis Referensi, baik yang bersumber dari jurnal, buku, artikel, tesis, esai, website, dan sebagainya. Di bawah ini contoh tata cara menulis Referensi yang benar, saya copy paste dari contoh format report saya. Jadi maaf kalo pake English, males translate XD

--------------------------------------------------------------------------------------------------

a) References

Format of references for the respective sources is as follows:

· From the journal

Meguid, S.A. and Zhu, Z.H., “A novel finite element for treating inhomogeneous solids.” International Journal Numerical Methods engineering 38 (2): 1279 – 1592

· From the book

Glister, P. 1993. The Internet Navigator. New York: John Wiley and Sons

· From Article in book/ Conference proceedings

Eskey, D. and Grabe, W. 1998. “Interactive Models for Second Language Reading” in P.Carrel, J. Devine and D. Eskey (Eds) Intective approaches to second Language Reading. Cambridge: Cambridge University press.

· From Thesis

Borhan, A. 2001. Membrane Filtration of Protein and Alumina Mixtures, MSc Thesis. University of Wales, Swansea, United Kingdom.

· From Interview

Hamouda, A.M.S. 1994. LUSAS Ltd., UK, Private communication

· From website

Duncan, Donna. 6 Sept 1998

· From technical report

Wawrznek, P.A. and Ingraffea, A.R. 1991. Discrete modeling of crack propagation: Theoretical aspects and implementation issues in two and three dimensions. Report Number 91-5. Cornell University: New York, USA.


----------------------------------------------------------------------------------------------------

Oke, itu diatas adalah contoh tata cara menulis Referensi dari berbagai sumber. Sistem dalam Bahasa Indonesia sedikit berbeda dengan sistem dalam Bahasa Inggris, terutama dalam tanda bacanya. Tapi secara garis besar formatnya sama. Format diatas sudah saya sesuaikan berdasarkan Sistem dalam Bahasa Indonesia, tapi hanya berdasarkan pada ingatan saya. Harap maaf kalau ada kesalahan seperti titik harusnya koma, dan sebagainya.

Prof, gimana kalo isi esainya itu ngarang? Apa masih harus mencantumkan Referensi?

Pertanyaan seperti ini banyak ditanyakan para member. What's the point of me giving the rules like this? Tujuan saya simpel aja, saya ingin membiasakan para member menulis esai dan referensi dengan aturan dan tata cara yang benar, serta dalam bahasa yang objektif. Tidak bisa dipungkiri, banyak bahan dalam Herbologi yang tidak bisa ditemukan di buku-buku Muggle manapun. It's a magic plantations, after all.

Saya tidak keberatan dengan esai yang berisi karangan, karena tujuan saya memberikan esai adalah melatih para member menulis esai dan mencari referensi, seperti sudah saya tekankan di atas. Kreatif-kreatiflah mencari hubungan antara tema esai dengan bahan yang bisa ditemukan di Dunia Muggle. Misal, tentang esainya Profesor Slughorn, yang sudah dipost di blog ini juga, di postingan-postingan awal, tentang Ramuan Polijus. Tak ada Ramuan Polijus di dunia Muggle. Tapi, Profesor Slughorn mengaitkan khasiat dari Ramuan Polijus dengan teori kromosom manusia. Dari situ, akan terasa masuk akal kenapa Ramuan Polijus hanya bisa digunakan untuk manusia, tidak bisa untuk hewan. Karena jumlah kromosom manusia dan hewan berbeda. Dan seterusnya.

Got it, Kids? Awal-awal mungkin agak sulit. Tapi kalau kalian sudah terbiasa menulis esai, terutama terbiasa menulis dalam format standar esai yang benar, ini akan benar-benar berguna di realworld, cepat atau lambat. Dan dengan membiasakan diri mencantumkan referensi di tiap esai, you'll be used to recording your every work. It's really important, guys, with all kinds of piracy in everywhere.... *Gosh! Lost words again! Itu tadi Bahasa Indonesianya apaan sih?! Saya ampe jungkir balik susah nemu yang Bahasa Indonesianya enak didengar.... =.="*

I'll edit this post when I feel I have to add another thing. Any question, do not hesitate to ask me. Just Y!M me, and I'll answer it, IF I'm not busy OR leaving (I never turn off my laptop except for the class :P) OR I'm in a very bad mood OR sleeping. C ya later.

Essay Charm and Spell Club -- Wingardium Leviosa

Selasa, 04 Maret 2008

0 komentar

LEVITATION CHARM – MANTRA PENGANGKAT

“WINGARDIUM LEVIOSA”

By. Charm and Spell Club 1972



I. PENDAHULUAN


A. Pengertian

Secara etimologis, Mantra Pengangkat Wingardium Leviosa berasal dari penggabungan tiga kata yang berasal dari bahasa Latin, yaitu wing, arduus, dan levo. Wing memiliki arti ‘tinggi’; arduus memiliki arti ‘langkah’; dan levo memiliki arti ‘melayang’ atau ‘levis’ yang berarti ‘ringan’. Jika digabungkan, secara sederhana mantra ini bisa diartikan sebagai mantra terbang beberapa langkah tingginya.
Mantra Pengangkat –sesuai pengertian yang tercetak di Kitab Mantra Standar (Tingkat 1) oleh Miranda Goshawk- adalah mantra untuk mengangkat suatu objek hanya dengan lambaian tongkat sihir. Dari pengertian tersebut sudah dapat kita ambil kesimpulan mengenai fungsinya, yaitu untuk mengangkat benda. Mantra ini umum digunakan untuk mengangkat suatu benda yang menjadi objek, semisal bulu, buku, tongkat, kayu, dan sebagainya.

Mantra ini termasuk ke dalam mantra dasar yang pertama kali dipelajari ketika seorang siswa memasuki sekolah sihir Hogwarts, dan bagi siswa kelas pertama, mereka melatih mantra ini dengan menerbangkan bulu burung di dalam kelas. Masih belum diketahui apakah mantra ini bisa diterapkan jika objeknya adalah makhluk hidup, semisal manusia. Dan itulah yang dilakukan oleh Charm and Spell Club.

B. Latar Belakang

Sebagaimana yang telah kita ketahui, setiap penyihir pasti memiliki kekuatan sihir. Kekuatan sihir ini umumnya dimiliki sejak lahir. Pada penyihir-penyihir di bawah umur yang belum mengetahui kekuatan sihirnya, kekuatan sihir tersebut akan muncul tanpa diminta, biasanya saat sang penyihir dalam keadaan marah atau sedih, atau dalam bahaya. Efek dari kekuatan sihir tersebut acak, dan tidak terkontrol, meskipun memiliki maksud dan tujuan sesuai keadaan si penyihir yang dikendalikan keadaan hatinya.
Seiring pertumbuhan, kekuatan sihir yang dimiliki umumnya semakin bertambah besar. Ada kalanya penyihir di bawah umur mampu melakukan hal-hal seperti mengangkat suatu benda tanpa harus menyentuh benda itu. Diduga, Mantra Pengangkat ini merupakan pengembangan dari kemampuan sihir ini.

Tidak jelas diketahui siapa yang pertama kali mencetuskan kata Wingardium Leviosa (Pengucapan: win-GAR-dee-um lev-ee-OH-sa) sebagai Mantra Pengangkat. Namun seiring perjalanannya, kata ini terbukti efektif dan menjadi salah satu mantra dasar yang wajib dikuasai oleh seorang penyihir.

II. MANTRA PENGANGKAT DALAM TEORI

Benda yang Dianjurkan Untuk Pemula
Mantra Pengangkat ini harus dilakukan dan dilatih secara bertahap, tidak bisa sekaligus. Mula-mula mengangkat benda-benda yang ringan dulu, seperti bulu. Kemudian ditingkatkan menjadi kertas, pensil, bahkan buku kamus. Lama-kelamaan bila sudah terlatih, benda apapun yang diangkat, selama masih masuk akal, akan bisa diangkat tanpa perlu susah payah.

Jangan memakai benda yang terlalu ringan seperti bulu hidung. Dan hindarkan tempat berangin. Karena benda ringan itu akan melayang dengan sendirinya oleh angin alih-alih Anda yang melakukannya.

Pengucapan Mantra
Penulisan mantra yaitu Wingardium Leviosa, namun pengucapannya adalah win-GAR-dee-um lev-ee-OH-sa. Pada kata-kata GAR, gunakan nada yang enak dan diperpanjang sedikit. Pengucapan dan pelafalan setiap huruf harus jelas. Karena Penyihir Baruffio, pernah melafalkan huruf 's' alih-alih 'f'. Akibatnya, dia mendadak tergeletak di lantai dengan kerbau di atas dadanya.

Pengayunan Tongkat
Cara mengayunkan tongkat yang baik agar menghasilkan mantra yang mantap yaitu dengan mengarahkan tongkat ke benda yang akan diterbangkan. Tongkat sihir bukannya diacungkan, tetapi diayunkan dan disentakkan. Gerakannya seperti seorang kondektur di orkestra yang sedang mengatur irama para pemusiknya. Ayun dan sentakkan tongkat dengan pergelangan tangan saja. Tidak perlu tenaga yang berlebihan dan tidak perlu menggerakkan seluruh lengan, cukup pergelangan tangan.

Warna kilat yang dikeluarkan oleh tongkat
Ketika Anda sudah berhasil mengayun, menyentak, dan mengucapkan mantranya dengan pas, kilatan cahaya putih transparan dari ujung tongkat akan melesat cepat ke arah benda tanpa Anda sendiri sadari. Cahayanya samar, tidak seperti kebanyakan mantra tingkat tinggi lainnya yang memiliki kilatan cahaya terang.

Tongkat Bergerak = Benda Bergerak
Anda akan mendapatkan bendanya melayang satu seperempat meter atau lebih di udara. Gerakkan perlahan (bagi yang belum mahir) ke arah mana pun. Benda itu akan bergerak mengikuti gerakan tongkat. Jika sudah mahir, Anda bisa menjungkirbalikkan benda.

Intensitas Suara
Mantra ini dapat diucapkan baik secara verbal maupun non-verbal. Keras-tidaknya suara tidak berpengaruh. Hanya saja, bagi para amatir, sebaiknya mengucapkan mantranya secara verbal dengan intensitas sedang. Jika sudah mahir, bahkan kita bisa mengucapkan mantranya di dalam hati alias secara non-verbal.

Ketahanan Mantra
Ketahanan mantra bergantung pada determinasi pikiran. Si penyihir harus bertekad dan memusatkan pikirannya untuk mengangkat benda tersebut. Untuk penyihir yang sudah amat mahir, ia tidak perlu lagi berkonsentrasi karena pikirannya telah terasah dan secara otomatis telah terfokus.

Membuat Orang Melayang
Mantra ini sebenarnya tidak digunakan untuk membuat manusia atau makhluk hidup apa pun melayang karena mantra ini terlalu rapuh untuk benda-benda terlalu berat. Sejauh ini. mantra ini hanya berhasil mengangkat manusia sejengkal dari tanah. Mantra Locomotor Mortis lebih ampuh untuk ini dan jika Anda menginginkan terbang dengan Mantra Pengangkat Wingardium Leviosa, lebih baik gunakan sapu Anda.

Referensi : Kitab Mantra Standar (Tingkat Satu) oleh Miranda Goshawk

III. PENELITIAN

A. Hipotesa/Pertanyaan yang Muncul Setelah Mempelajari Literatur
Kegunaan mantra ini tentu saja adalah untuk mengangkat suatu objek dari tanah dengan menentang efek gravitasi sehingga melayang. Sangat memudahkan apabila tidak ingin atau kesulitan dalam mengangkat suatu objek yang berat dikarenakan efek gravitasi itu. Gravitasi adalah daya tarik bumi menurut ilmu Muggle.

Secara umum, adalah tidak mungkin untuk membuat sesuatu atau seseorang melayang karena menentang gravitasi. Tetapi hal itu dimungkinkan dengan menggunakan mantra levitasi. Lalu bagaimana dengan faktor massa dan keseimbangan benda itu sendiri? Apakah akan berpengaruh dalam proses penerbangan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas maka kami dari Charm and Spell Club (Klub Mantra) Hogwarts Wizarding School melakukan penelitian dengan menggunakan mantra levitasi antara objek benda mati dan makhluk hidup, yang dalam hal ini adalah seorang manusia.

Percobaan I
Objek : Andrew
Berat : 54 kg
Panjang : 162 cm
Ket. : Berhasil diterbangkan walau mengalami sedikit kesulitan.

Percobaan II
Objek : Balok besi
Berat : 60 kg
Panjang : 164,5 cm
Ket. : Berhasil diterbangkan dengan baik.

Hasil Penelitian:
Mantra Levitasi bekerja lebih baik pada objek II yaitu benda mati. Hal ini dikarenakan objek I adalah makhluk hidup yang walaupun memiliki berat dan panjang yang lebih sedikit dibandingkan objek II namun keseimbangannya berubah-ubah. Keseimbangan yang berubah-ubah itulah yang menyebabkan massa objek juga berubah.

IV. Kesimpulan

Kesimpulan penelitian kami yaitu antara lain bahwa massa dari benda sangat berpengaruh. Contoh simple-nya adalah seperti mengangkat benda yang ringan dan berat tanpa menggunakan sihir. Yang ringan pasti akan lebih mudah diangkat serta tak membutuhkan banyak tenaga dibandingkan dengan yang berat.

Tidak ditemui kesulitan yang berarti untuk menyeimbangkan objek mantra jika objek yang digunakan adalah benda mati. Akan lain halnya ketika objek yang digunakan adalah benda hidup. Tingkat konsentrasi yang diperlukan akan jauh lebih besar untuk menyeimbangkan objek mantra yang berupa benda hidup karena mereka mungkin sekali membuat gerakan. Disarankan untuk membuat obyek tersebut tidak bergerak terlebih dahulu dengan mantra semisal Kutukan Ikat Tubuh sempurna atau Mantra Bius agar mereka tidak bergerak.

Penyusun :
Charm and Spell Club
- Recha McFadden
- Jessica Shoemaker
- Kurata Naoko
- Shezna Greyhaunt
- Keisha Kadence Kaiya
- Han Hye Na
- Evant Explainvylth
- Andrew S. Mobbrenette

Essay Ramuan #1

Sabtu, 29 Desember 2007

0 komentar

RAMUAN POLYJUICE
oleh Profesor H. E. F. Slughorn


I. Pengertian

Polyjuice terdiri atas kata poly, yang secara harafiah berarti banyak, namun dalam konteks ini berarti perubahan ke dalam banyak bentuk, dan kata juice, yaitu minuman kental yang dibuat dari buah-buahan yang diblender (blender adalah alat muggle berlistrik yang dapat digunakan untuk menghaluskan bahan makanan) dan air. Ramuan ini memang menyerupai jus dilihat dari teksturnya yang agak kasar seperti berserat, dan kental.

II. Khasiat

Polyjuice dipergunakan untuk mengubah orang ke dalam bentuk fisik orang lain selama satu jam. Bahan terakhir sekaligus terpenting di ramuan ini adalah bagian tubuh (rambut adalah yang paling mudah, namun bisa juga kuku, atau darah) orang yang akan kita pergunakan wujudnya.

Ramuan ini tidak boleh dipergunakan untuk berubah ke dalam bentuk selain manusia, kemampuan berubah menjadi binatang hanya bisa dipelajari lewat penelitian dan pelatihan transfigurasi yang sulit, diperlukan bakat dan kemampuan khusus, dipelajari dalam cabang ilmu animagi.

III. Efek

Efek ramuan ini –bila dibuat dan dipergunakan dengan cara yang benar– dapat bertahan mengubah kita menjadi orang lain selama satu jam. Meskipun ramuan ini akan menyebabkan kesakitan luar biasa pada peminumnya pada tahap awal transformasi.

Efek samping ramuan Polyjuice bila digunakan secara salah, misalnya digunakan dengan memasukkan bulu/rambut hewan, akan menyebabkan transformasi mengerikan menjadi sebagian hewan yang sulit dikembalikan wujudnya menjadi manusia.

Efek samping ini disebabkan karena sifat dasar ramuan Polyjuice adalah mengubah sedikit susunan DNA manusia agar berubah menjadi sesuai yang diinginkan. Kromosom setiap manusia adalah 44A+XX/XY atau 22AA+XX/XY. Sedikit bagian tubuh dari orang yang menjadi sasaran kita dimaksudkan untuk mengambil sample DNAnya. Sampel ini adalah sebagai tempate replikasi dan contoh perubahan susunan DNA menjadi yang dimaksud.

Bila digunakan untuk berubah menjadi manusia, ramuan ini akan mengubah, dan hanya mengubah susunan DNAnya saja, dan untuk sementara, dan pada waktunya akan kembali seperti semula. Namun bila digunakan untuk menjadi hewan (yang jumlah kromosomnya berbeda-beda, misalnya kromosom lalat buah ada 8, atau 4 pasang) maka konfigurasi DNAnya tidak akan terubah sempurna, sehingga sang pengguna akan berubah menjadi setengah hewan, dan akan sulit dikembalikan menjadi manusia lagi, karena mengubah susunan DNA amatlah rumit.

IV. Bahan-bahan dan alat-alat yang dipergunakan dalam membuat ramuan Polyjuice

  1. Lacewing Flies (Serangga Sayap-Renda), direbus selama 21 hari, termasuk ke dalam langkah-langkah pembuatan ramuan.
  2. Lintah (tidak berair, kering)
  3. Sejumput bubuk tanduk Biccorn
  4. Knotgrass (tanaman rendah berbunga dadu dan berdaun biru keabu-abuan), dipetik saat bulan purnama
  5. Selongsong kulit ular pohon saat ia ganti kulit (yang sudah dikeringkan)
  6. Sedikit bagian dari sasaran kita
  7. Kuali timah hitam-timah putih, ukuran standar 2
  8. Pengaduk ramuan dari kayu

V. Cara Membuat

  1. Hidupkan api kecil berwarna biru di bawah kuali, rebus serangga sayap-renda selama dua puluh satu hari, diaduk setiap dua belas jam sekali, tujuh kali adukan searah jarum jam.
  2. Di kuali lain –yang telah dinyalakan api kecil berwarna biru juga, masukkan bahan-bahan berikut ini: knotgrass, lintah, serangga sayap-renda. Aduk.
  3. Dua puluh empat jam berikutnya, masukkan bahan-bahan berikut ini: bubuk tanduk bicorn dan selongsong kulit ular pohon. Aduk kembali.
  4. Secara berkala, masukkan bahan-bahan berikut ini setiap kali sebelum mengaduk dengan rantang waktu aduk setiap dua belas jam, dengan urutan bahan: knotgrass, lintah, serangga sayap-renda. Lanjutkan aduk sampai hari ketiga puluh, dengan rentang waktu aduk tetap setiap dua belas jam sekali.
  5. Pada hari ketiga puluh, bila cara penyediaan bahan dan alat dan cara membuatnya benar, maka ramuan akan berubah warna menjadi hijau terang kental. Itu tandanya ramuan telah selesai dibuat.
  6. Masukkan ramuan ke dalam gelas ukuran 200cc, kemudian masukkan bahan terakhir, yaitu sedikit bagian tubuh dari orang yang akan kita pakai wujudnya. Ramuan akan berubah warna sesuai dengan DNA dan karakteristik orang yang dituju.

VI. Sumber

  1. Buku Ramuan-ramuan Paling Mujarab, Seksi Terlarang, Perpustakaan Sekolah Sihir Hogwarts;
  2. Buku Pengenalan Ramuan-Ramuan Paling Lengkap, Perpustakaan Sihir Hogwarts;
  3. Buku Pembuatan-Ramuan Tingkat Lanjut, Tingkat 6, Perpustakaan Sihir Hogwarts;
  4. Buku Seribu Satu Tanaman Obat dan Jamur Gaib, digunakan untuk mendapatkan deskripsi bahan-bahan;
  5. Buku Life: An Introduction to Biology, Pengenalan terhadap Biologi, G.G Simpson (sebuah buku Muggle).

VII. Lain-lain

  1. Ramuan ini sangat sulit cara pembuatannya, dan memerlukan disiplin yang tinggi saat pemasukan bahan, harus sesuai waktunya dan dijaga kebersihan bahan-bahan dan alat-alatnya.
  2. Saat pembuatan ramuan dan saat meminumnya, ramuan juga tidak boleh terkena sinar matahari langsung..
  3. Karena efeknya dalah mengubah bentuk tubuh, sebaiknya diminum saat menggunakan pakaian yang longgar, atau tanpa pakaian sama sekali, karena ukuran tubuhpun akan menyesuaikan dengan sasaran kita.
  4. Tidak boleh ditambah gula atau bahan lain untuk meningkatkan cita rasa, karena akan melunturkan khasiat Polyjuice.
  5. Di perpustakaan Hogwarts, ramuan ini ada di buku Ramuan-Ramuan Paling Mujarab, yang terdapat di seksi terlarang. Hanya siswa-siswa tingkat atas atau siswa yang memiliki izin khusus dari guru yang dapat meminjamnya. Keberadaannya di seksi terlarang ini menyebabkan statusnya sudah jelas merupakan ramuan yang berbahaya.

VIII. Kesimpulan, dan hipotesa/pertanyaan lain yang muncul

Ramuan Polyjuice adalah ramuan yang sulit pembuatannya, dan seperti pisau bermata ganda, dapat membahayakan sekaligus menguntungkan, tergantung tujuan penggunaannya.

Setelah dibuatnya essay ini, sekaligus setelah penelitian dan pembacaan khusus di bagian Efek, maka dapat dilihat bahwa Ramuan Polyjuice Mengubah Manusia Menjadi Menyerupai Manusia Lain, maka timbul pertanyaan, Apakah Ramuan Polyjuice Dapat Digunakan Untuk Mengubah Hewan Menjadi Hewan Lain Yang Satu Spesies?

Hingga saat ini belum diadakan penelitian mendalam mengenai hal ini, disebabkan faktor utama yang memang mendasar, yaitu apa gunanya mengubah seekor hewan menjadi hewan lain yang sejenis? Padahal di kalangan peneliti, diketahuinya suatu fakta dapat membuka pandangan ke arah yang lebih luas.

(Keluar Dari Essay:
Sumber asli:

  1. 4 essay kacau balau campur-campur antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, hasil detensi massal di HPI :D. Dipastikan dicontek dari wikipedia dan situs-situs Harry Potter, namun dengan penerjemahan transtool yang jelas sekali tidak sempurna. Dasar anak-anak pemalas T.T.
  2. Buku Harry Potter and The Chamber of Secret, untuk bagian penyediaan bahan ramuan
  3. Life: An Introduction to Biology, G. G. Simpson.
  4. Buku-buku Biologi mulai dari kelas satu SMP sampai kelas 3 SMA, berbagai sumber.

Peringatan:
Essay ini hanya merupakan contoh essay, sementara topik yang diambil sebaiknya JANGAN ditiru, karena sebenarnya topik ini terlarang. Berhubung saya guru, jadi tidak masalah. )